Hari ini aku mengalaminya. Dimana aku
mengalami suatu kekeliruan dan kesalahan. Memang berat rasanya mengakui
kesalahan. Tak heran Allah memberikan balasan besar bagi orang yang mau
mengakui kesalahannya. Apalagi untuk seseorang yang mau meminta maaf dan juga
memaafkan. Tapi kesalahanku kali ini tidak sampai ke tingkat yang mana aku
harus meminta maaf dari seseorang. Hanya perlu untuk mengakui kesalahanku saja.
Tak akan aku ceritakan secara detail sih apa kekeliruan atau kesalahanku itu karena takut yang berkaitan baca tulisanku
ini,,,*hehe,,
Jadi, aku dan temanku adu pendapat aja,,temenku
ini orangnya emang dikenal gak mau ngalah dan ketika pendapatnya benar, dia
terkesan besar kepala aja (*mgkin Cuma anggapanku aja..hehe). perbedaan
pendapat ini membuatku akhirnya ngalah sama pendapat dia dengan berbagai alasan
dia ini dan itu,,, *gak terpaksa sih ngalahnya.. tapi belum sepenuh hati aja
setuju sama pendapat temenku ini . cuman ya gapapa lah aku iya-iya ini aja dan
berusaha merenungkannya. Siapa tahu memang pendapat dia emang benar.
So, hari ini aku menemukan bahwa ternyata
memang pendapat dia benar. Ketika itu aku mikir panjang. Haruskah aku diam saja
kyak gak terjadi apa-apa atau malah mengakui kalau pendapat dia memang benar.
Batinku “ kalo aku ngakuin, dia pasti gede kepala, tapi kalau aku diem aja
seakan-akan aku gengsi dan gak mau ngakuin kesalahan, gak pengen dibilang salah
dan pnya kekurangan”. Berat banget rasanya mau ngakuin kesalahan di depan orang
itu. Tapi kupikir lagi “kenapa harus gengsi, toh yang nilai manusia punya
kekurangan itu Allah kan,,kalo kata Aagym gitu. Ngapain memikirkan penilaian
orang lain, yang penting itu penilaian Allah. Hmm,, ini tweet Aagym yang udah
ditweet berkali-kali di akun twitter beliau.
Setelah mikir panjang, aku akuin aja deh
kesalahanku tapi dengan nada santai ala aku supaya aku tak terlihat malu (*hmm
masih aja mikirin kesan orang nih). Sesuai dugaan, ketika aku mengakui, reaksi
temanku adalah dia merasa dia emang bener dan senang karena pendapatnya
diakuin, dr sudut pandangku dia merasa “wahh bener kan aku” dengan mimik muka
yang gitu deh,,, khas nya dia banget,,, mimik muka sok lebih hebat dan
meremehkan, mimik wajah yang paling aku gak suka. Tapi, okelah aku sabar
aja,,nyantai kyak di pantai,,, seakan itu bukan suatu masalah besar.
Beberapa lama kemudian bahkan hanya
beberapa menit setelah pengakuanku itu, justru hatiku merasa legaaaaaaaaaaaaaa
banget tanpa beban. Aku gak merasa aku buruk, aku gak merasa aku kurang, dan
aku gak merasa aku rendah karena akhirnya mengakui kesalahanku. Justru legaaa banget
dan merasa aku udah ngakuin hal yang benar. Dengan itu, aku bersyukur banget.
Yah intinya, perlu banget kok ngoreksi diri
sendiri, mengakui kekurangan dan gak perlu malu ketika orang lain menganggap
kita kurang. Itu bisa kita jadikan motivasi supaya ke depannya lebih baik lagi
karena memang manusia hidup di dunia itu saling mengingatkan, saling
mengoreksi, memberi nasihat dan tentu
saja saling membutuhkan. Mungkin bentuk koreksi atau masukan tersebut berasal dari
orang-orang yang gak kita sukai atau bahkan dari musuh kita baik dalam bentuk
saran, kritikan, maupun hinaan. Tinggal kita pintar-pintarnya membaca poin-poin
penting yang bersifat masukan dari kata-kata orang lain tadi.
Kyaknya bahasaku ngomong bikin bingung..
*aku aja bingung kyaknya nglantur kesana kemari. Ya sudah lah gapapa.. ini cuma
coretanku aja hari ini yang mana aku menerima apapun pendapat dari siapapun
yang membaca coretanku ini…
Sekian dlu,,,

