Rabu, 09 Maret 2016

KADANG MEMANG HARUS MERUNDUK


Hari ini aku mengalaminya. Dimana aku mengalami suatu kekeliruan dan kesalahan. Memang berat rasanya mengakui kesalahan. Tak heran Allah memberikan balasan besar bagi orang yang mau mengakui kesalahannya. Apalagi untuk seseorang yang mau meminta maaf dan juga memaafkan. Tapi kesalahanku kali ini tidak sampai ke tingkat yang mana aku harus meminta maaf dari seseorang. Hanya perlu untuk mengakui kesalahanku saja. Tak akan aku ceritakan secara detail sih apa kekeliruan atau kesalahanku itu  karena takut yang berkaitan baca tulisanku ini,,,*hehe,,
Jadi, aku dan temanku adu pendapat aja,,temenku ini orangnya emang dikenal gak mau ngalah dan ketika pendapatnya benar, dia terkesan besar kepala aja (*mgkin Cuma anggapanku aja..hehe). perbedaan pendapat ini membuatku akhirnya ngalah sama pendapat dia dengan berbagai alasan dia ini dan itu,,, *gak terpaksa sih ngalahnya.. tapi belum sepenuh hati aja setuju sama pendapat temenku ini . cuman ya gapapa lah aku iya-iya ini aja dan berusaha merenungkannya. Siapa tahu memang pendapat dia emang benar.
So, hari ini aku menemukan bahwa ternyata memang pendapat dia benar. Ketika itu aku mikir panjang. Haruskah aku diam saja kyak gak terjadi apa-apa atau malah mengakui kalau pendapat dia memang benar. Batinku “ kalo aku ngakuin, dia pasti gede kepala, tapi kalau aku diem aja seakan-akan aku gengsi dan gak mau ngakuin kesalahan, gak pengen dibilang salah dan pnya kekurangan”. Berat banget rasanya mau ngakuin kesalahan di depan orang itu. Tapi kupikir lagi “kenapa harus gengsi, toh yang nilai manusia punya kekurangan itu Allah kan,,kalo kata Aagym gitu. Ngapain memikirkan penilaian orang lain, yang penting itu penilaian Allah. Hmm,, ini tweet Aagym yang udah ditweet berkali-kali di akun twitter beliau.
Setelah mikir panjang, aku akuin aja deh kesalahanku tapi dengan nada santai ala aku supaya aku tak terlihat malu (*hmm masih aja mikirin kesan orang nih). Sesuai dugaan, ketika aku mengakui, reaksi temanku adalah dia merasa dia emang bener dan senang karena pendapatnya diakuin, dr sudut pandangku dia merasa “wahh bener kan aku” dengan mimik muka yang gitu deh,,, khas nya dia banget,,, mimik muka sok lebih hebat dan meremehkan, mimik wajah yang paling aku gak suka. Tapi, okelah aku sabar aja,,nyantai kyak di pantai,,, seakan itu bukan suatu masalah besar.
Beberapa lama kemudian bahkan hanya beberapa menit setelah pengakuanku itu, justru hatiku merasa legaaaaaaaaaaaaaa banget tanpa beban. Aku gak merasa aku buruk, aku gak merasa aku kurang, dan aku gak merasa aku rendah karena akhirnya mengakui kesalahanku. Justru legaaa banget dan merasa aku udah ngakuin hal yang benar. Dengan itu, aku bersyukur banget.
Yah intinya, perlu banget kok ngoreksi diri sendiri, mengakui kekurangan dan gak perlu malu ketika orang lain menganggap kita kurang. Itu bisa kita jadikan motivasi supaya ke depannya lebih baik lagi karena memang manusia hidup di dunia itu saling mengingatkan, saling mengoreksi, memberi nasihat  dan tentu saja saling membutuhkan. Mungkin bentuk koreksi atau masukan tersebut berasal dari orang-orang yang gak kita sukai atau bahkan dari musuh kita baik dalam bentuk saran, kritikan, maupun hinaan. Tinggal kita pintar-pintarnya membaca poin-poin penting yang bersifat masukan dari kata-kata orang lain tadi.
Kyaknya bahasaku ngomong bikin bingung.. *aku aja bingung kyaknya nglantur kesana kemari. Ya sudah lah gapapa.. ini cuma coretanku aja hari ini yang mana aku menerima apapun pendapat dari siapapun yang membaca coretanku ini…

 Sekian dlu,,,

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar